Hari: 6 Agustus 2018

4 Bos Startup Indonesia: Muda dan Kaya Raya

[et_pb_section bb_built=”1″ admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_code admin_label=”Kode” _builder_version=”3.0.51″]<article class=”textArticle margin-top-20 width-full” itemprop=”articleBody”> <p class=”align-left” style=”float: left;”>Majalah <em>Globe Asia</em> kembali merilis daftar 150 orang terkaya di Indonesia tahun 2018. Ada enam pemain baru yang masuk jajaran orang terkaya tersebut, dan empat di antaranya adalah pendiri <em>startup</em> bergelar <em>unicorn </em>yakni Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, dan Go-Jek.</p> <p style=”text-align: justify;”>Meskipun baru merintis Traveloka pada 2012, nilai kekayaan Ferry Unardi telah mencapai Rp 2,09 triliun sehingga melampaui tiga orang terkaya lainnya yang lebih dulu merintis <em>startup</em> pada tahun 2009 dan 2010. Sementara itu, Ahmad Zaky (Bukalapak) muncul sebagai orang terkaya kedua dengan usia paling muda. Bos <em>startup</em> yang fokus pada industri ritel <em>online </em>itu bahkan mulai merintis Bukalapak di usia 24 tahun.</p> <p style=”text-align: justify;”>Hingga kini, <em>startup-startup</em> besutan anak muda terkaya di Indonesia tersebut tidak luput dari incaran investor. Sebagai contoh, Go-Jek sebagai <em>startup</em> besutan Nadiem Makarim mampu mencapai nilai valuasi lebih dari Rp 70 triliun, sekaligus menjadi startup pertama yang bergelar <em>unicorn </em>pada 2016. Menyusul Go-Jek, Tokopedia besutan William Tanuwijaya tampil di posisi kedua sebagai perusahaan rintisan dengan meraih valuasi terbanyak. Tidak mengherankan, startup-startup tersebut berhasil mengantarkan para pendirinya ke jajaran orang terkaya di Indonesia.</p><!– [et_pb_line_break_holder] –><p></p><!– [et_pb_line_break_holder] –><p>Khuswatun Hasanah, katadata</p><!– [et_pb_line_break_holder] –> </article>[/et_pb_code][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Scroll to top